Perang Api Sebuah Tradisi Menyucikan Alam

MataramPerang Api sebuah tradisi menyucikan alam, memohon keharmonisan, serta memperkuat rasa persaudaraan antar warga. Ritual Perang Api ini juga dipercaya untuk menolak Bhuta.

Perang Api sebuah tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun, tepatnya pada abad ke-16 saat jaman kerajaan. Ritual ini dilakukan secara turun temurun setiap tahun setelah pawai Ogoh-ogoh.

Tahun ini, ritual Perang Api berlangsung di Cakranegara, Mataram, Lombok, NTB. Warga tetap melaksanakan Perang Api namun tanpa pawai Ogoh-ogoh, dikarenakan adanya Covid-19. Ritual Perang Api tahun ini juga diharapkan Covid-19 dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia umumnya, dan Nusa Tenggara Barat khususnya.

Sebelum corona, tradisi Perang Api ini menjadi tontonan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, karena uniknya. Ritual dilaksanakan karena keyakinan warga, jika tidak dilaksanakan justru akan datang penyakit.

Perang Api Sebuah Tradisi Menyucikan Alam
Tampak sejumlah warga bersiap memukulkan api dari daun kelapa kering saat mengikuti tradisi Perang api di cakranegara, Mataram, Lombok, tahun 2022.

“Dengan dilaksanakannya Perang Api, inisemoga virus corona bisa menghilang karena Perang api adalah tradisi sejak dulu yang awal mulainya kami-pun tidak tahu” Kata I komang Kertayasa salah satu pemuka agama Hindu.

Tampak sejumlah warga bersiap memukulkan api dari daun kelapa kering saat mengikuti tradisi Perang api di cakranegara, Mataram, Lombok.

“Kami menurunkan 75 personil tanpa adanya alat berat hanya di bawa water canon saja itu pun dari Polda dan Polres,” ujar AKP M. Nasrullah.

Itu untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan di Perang Api. Tradisi Perang Api tahun ini berjalan lancer, pungkasnya. (Hendrik/Foto: Hendrik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.