Sarasehan “Berkarya untuk Bangsa” Pererat Keindonesiaan dan Semangat Persatuan

Hong Kong, Bifonews.com – Sarasehan “Berkarya untuk Bangsa” Pererat Keindonesiaan dan Semangat Persatuan. Dalam semangat Peringatan Hari Sumpah Pemuda, KJRI Hong Kong gelar Sarasehan bertajuk “Berkarya untuk Bangsa” bersama ratusan Warga Indonesia utamanya Pekerja Migran Indonesia.

Konjen Ricky Suhendar menekankan tiga pesan penting sebagai acuan PMI bekerja di Hong Kong yakni jaga persatuan dan kerja sama; bertanggungjawab dalam bekerja ; serta selalu berinovasi dan meningkatkan kemampuan diri.

“Kita semua yang berada di Hong Kong ini merupkan warga Indonesia dari seluruh penjuru kepulauan Nusantara dengan aneka ragam identitas. Dilandasi semangat Sumpah Pemuda, semuanya datang kemari dengan membawa energi positif untuk bekerja bagi kehidupan yang lebih baik,” tegas Konjen Ricky.

Turut hadir sebagai narasumber pada sarasehan yakni Ustadz Muhaimin Karim yang berbagi lima rukun dalam berkarya yakni niat bekerja keras, taat peraturan, tingkatkan rasa syukur, sikap sabar dan tawakal, serta sanggup memaafkan. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas patut diamalkan dalam kerja sehari-hari, demikian menurut Ustadz yang sudah puluhan tahun berkarya di Hong Kong.

Pendeta Bernard Hutabarat, salah satu tokoh pemuda Indonesia yang selalu menggaungkan nasionalisme dan kecintaan Indonesia tekankan pentingnya menumbuhkan rasa optimisme, aktif menggali potensi diri untuk menjadi lebih baik dan meletakkan prioritas hidup untuk mencapai kehidupan masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Sdri Judy, Pekerja Migran Indonesia yang aktif dalam pemberdayaan PMI, berbagi kisah bagaimana menjadi PMI yang kuat selama bekerja di perantauan dan hendaknya setiap PMI membekali diri dengan keterampilan sehingga saat kembali ke Indonesia dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Sarasehan yang dilakukan secara tatap muka ini diharapkan semakin meningkatkan motivasi para pekerja migran di tengah situasi pandemi serta untuk senantiasa memupuk rasa solidaritas, persaudaraan dan persatuan bangsa.​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.