Sopir Kecelakaan Maut Tol Sumo Didiagnosis Cedera Otak Ringan

Jakarta, Bifonews.com – Sopir pengganti pengendara Bus Po Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) didiagnosis cedera otak ringan.

“Terakhir kali kondisi kesehatannya didiagnosis, dia mengalami cedera otak ringan,” kata Dirmanto, Rabu (18/5).

Sang sopir, Ade Firmansyah masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Mojokerto. Polisi, kata dia, akan terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Ade namun pihaknya juga lebih dulu menunggu rekomendasi dokter.

“Yang bersangkutan [Ade] masih menjalani tahapan perawatan dan pemulihan medis di RS Citra Medika,” katanya.

Ade diketahui merupakan sopir pengganti Bus PO Ardiansyah. Selain itu, ia juga diduga positif mengonsumsi zat amphetamine atau yang biasa ada pada narkoba jenis sabu.

“Pengemudi ini menggunakan sejenis sabu. Hari ini kami mengambil darah untuk kita kirim ke Labfor untuk memastikan kandungan apa yang ada pada pengemudi ini. Ini hasil sementara dari tes urine,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, Selasa (17/5).

Sementara itu, selain Ade, Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan masih ada belasan korban yang masih dirawat di rumah sakit Mojokerto. Mereka mengalamj luka berat.

“Masih sekitar 12 (korban) yang masih (dirawat) di sejumlah rumah sakit di Mojokerto, begitu informasinya,” kata Nanik.

Sementara ini sudah ada sebanyak lima orang korban kecelakaan bus di Tol Sumo yang menderita luka berat kini dipindahkan ke Kota Surabaya.

“Dua orang korban menjalani perawatan di RSUD dr Soewandhie dan tiga korban lainnya di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH),” ucapnya.

Pemindahan ini, kata dia, agar Pemkot Surabaya bisa langsung memantau perawatan para korban. Selain itu, juga demi ketenangan pihak keluarga korban.

Nanik memastikan, Pemkot Surabaya akan melakukan intervensi biaya perawatan para pasien. Kendati demikian, biaya perawatan akan terlebih dahulu ditanggung pihak Jasa Raharja.

“Kemungkinan Jasa Raharja dulu [membantu biaya perawatan]. Kalau nanti lebih ditanggung pemkot dengan BPJS,” ucapnya.

Pemkot Surabaya juga akan memberikan penanganan trauma bagi para korban selamat dalam tragedi kecelaan bus PO Ardiansyah tersebut.

Kecelakaan bermula saat bus PO Ardiansyah dengan nopol S 7322 UW membawa 25 penumpang asal Benowo, Surabaya, dari arah Yogyakarta menuju Surabaya.

Diduga sopir melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam di lajur lambat. Namun saat bus tiba di km 712.200 /A, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di pinggir bahu jalan tol. Bus terpental hingga terguling.

14 penumpang tewas dan belasan penumpang lain mengalami luka berat. Korban luka berat itu dilarikan ke RS Petrokimia Gresik, RS Citra Medika, kemudian RS EMMA Kota Mojokerto. Sementara yang meninggal dunia dievakuasi ke RS Wahidin Soediro Husodo Mojokerto dan RSI Sakinah Mojokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.